Foto Kegiatan Training Praktik eFaktur & Accurate – Data Impor

25 06 2015

Berkaitan dengan persiapan perusahaan menjelang berlakunya faktur pajak elektronik dari aplikasi eFaktur DJP yang dimulai tanggal 1 Juli 2015, Konsultan Pajak Terdaftar Irsan Lubis & Rekan telah melaksanakan 4 kali training di hotel Ciputra Jakarta dan telah diikuti oleh banyak perusahaan. Peserta cukup antusias mengikuti training-training yang dilaksanakan, karena training mengutamakan praktik mengolah banyak data dari Accurate untuk diimpor ke dalam eFaktur tanpa mengalami eror. Kelebihan lain adalah pelayanan jasa konsultasi pajak secara gratis.

Dibawah ini foto-foto kegiatan training selama 4 kali:

Batch 1 : Kamis 21 Mei 2015, Hotel Ciputra Jakarta

43

Batch 2 : Rabu 27 Mei 2015, Hotel Ciputra Jakarta

1 4

Batch 3 : Kamis 4 Juni 2015, Hotel Ciputra Jakarta

1 3

Batch 4 : Rabu 17 Juni 2015, Hotel Ciputra Jakarta

1 5





ADVANCED TRAINING: Mengolah Data eFaktur Siap Impor Tanpa Eror

8 06 2015

Brosur & Formulir Registrasi dapat diperoleh melalui:
http://kkpirsanlubis.wordpress.com ; (021) 7300906, 97158531

BROSUR ADVANCED TRAINING_SBY & JKT_15 & 17 Juni 2015





eFAKTUR: Perubahan Radikal DJP bagi PKP. Accurate siapkan fitur baru

28 05 2015

Penerapan eFaktur merupakan perubahan radikal yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bagi seluruh Pengusaha Kena Pajak (PKP) di Indonesia menuju era paperless.

Salah satu persoalan serius dihadapi perusahaan adalah efaktur pajak keluaran harus memuat barang/jasa secara rinci sama seperti faktur penjualan (invoice). Jika ternyata pembuatan faktur pajak elektronik harus diinput ulang ke dalam aplikasi eFaktur Direktorat Jenderal Pajak , berarti perusahaan harus meninjau kembali accounting software yang digunakan perusahaan sekarang.

Pilih dan gunakan accounting software yang memudahkan pekerjaan, bukan sebaliknya menambah pekerjaan baru yang tidak perlu.

Accurate sebagai accounting software yang paling banyak penggunanya di Indonesia tengah mempersiapkan fitur terbaru yang kompetibel dengan aplikasi eFaktur Direktorat Jenderal Pajak.
Apa dan bagaimana penerapan aplikasi eFaktur ?
Bagaimana perkembangan accurate menyikapi agar kompetibel dengan eFaktur sehingga faktur pajak elektronik dapat dibuat tanpa input ulang ?

Segera daftar dan ikuti Seminar CPSSoft Accurate yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2015 di gedung Jakarta Design Center (JDC) Slipi Jakarta.
Pendaftaran online di http://goo.gl/rfkpPZ

SeminareFaktur12Jun15





Training Pajak: e-Nofa & e-Faktur

2 05 2015

efaktur short

Era faktur pajak kertas akan berakhir. Mulai tanggal 1 Juli 2015 seluruh Pengusaha Kena Pajak (PKP) di wilayah pulau Jawa dan Bali diwajibkan membuat faktur pajak elektronik. Sedangkan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) di seluruh Indonesia berlaku diwajibkan tahun depan, mulai tanggal 1 Juli 2016. Ketentuan faktur pajak elektronik (e-FAKTUR) ini sifatnya diwajibkan. Apabila ada Pengusaha Kena Pajak (PKP) tidak menggunakannya, maka faktur pajak yang dikeluarkannya dianggap BUKAN merupakan faktur pajak (tidak sah) dan PKP akan dikenakan sanksi denda sebesar 2% dari dasar pengenaan pajak (DPP).
Dalam beberapa bulan terakhir, Dirjen Pajak dengan KPP-KPP sebagai pelaksana teknis gencar melaksanakan kegiatan Sosialisasi faktur pajak elektronik (e-FAKTUR) di seluruh Indonesia dengan mengundang wajib pajak PKP. Namun ternyata banyak para wajib pajak PKP yang masih gamang dengan teknis dan penggunaan sistem aplikasi baru ini.
Waktu sudah semakin dekat. Apakah perusahaan sudah siap dengan perubahan era digital ini ? Apakah perusahaan sudah siap mengimplementasi sistem baru ?

TARGET PESERTA :
Training ini sangat penting diikuti oleh Accounting Manager, Tax Manager, Procurement Manager, Tax Officer, Procurement Officer, Consultant, Dosen, Guru, dan sebagainya. Peserta diharapkan membawa Laptop untuk kepentingan praktek e-Faktur.

SILABUS TRAINING :
A. Ketentuan dan implementasi e-NOFA dan e-FAKTUR berdasarkan PER-16/PJ/2014 dan PER-17/PJ/2014
B. Tatacara aktivasi akun PKP dan permintaan sertifikat elektronik
C. Permintaan jatah nomor seri faktur pajak secara online (e-NOFA)
D. Permintaan aplikasi/sistim faktur pajak elektronik (e-FAKTUR)
E. Proses pembuatan faktur pajak elektronik (e-FAKTUR):
1. Apa dan bentuk e-FAKTUR
2. Siapa yang wajib membuat
3. Jenis transaksi yang diwajibkan
4. Jenis transaksi yang dikecualikan
5. Saat pembuatan
6. Keterangan yang wajib ada
7. Persyaratan dan tanda tangan elektronik
8. Pelaporan faktur pajak dengan cara upload ke DJP via online untuk approval
9. Persetujuan DJP sebagai bukti valid faktur pajak
F. Ketentuan faktur pajak pengganti, batal, rusak atau hilang secara elektronik
G. Pelaporan e-SPT Masa PPN dalam aplikasi e-FAKTUR
H. Simulasi penggunaan aplikasi e-FAKTUR versi dummy dengan data contoh
I. Sinkronisasi data faktur pajak dari software Accurate dengan aplikasi e-SPT Masa PPN & e-FAKTUR

MAIN INSTRUCTUR:

Irsan Lubis, SE., M.Ak., Ak., BKP., CAP
Konsultan Pajak Terdaftar “IRSAN LUBIS & REKAN”
Berpengalaman luas sebagai instruktur, praktisi dan konsultan di bidang pajak, akuntansi dan accounting software di seluruh Indonesia.

Investasi : Rp.1.800.000.-/peserta
Earlybird ( 13 Mei 2015 ) : Rp. 1.600.000,-/ Orang
Diskon 10% untuk 5 orang dari perusahaan yang sama
Payment by transfer bank (not cash)

Waktu & Tempat pelaksanaan :
Batch 1 : Kamis, 21 Mei 2015, jam 09.00 – 15.00
Batch 2 : Rabu, 27 Mei 2015, jam 09.00 – 15.00
Batch 3 : Kamis, 4 Juni 2015, jam 09.00 – 15.00
Tempat : Hotel Ciputra Jakarta **** Jalan Jalan Letnan Jendral S. Parman, Jakarta. Lokasi Strategis di Mall Ciputra (Citraland) Jakarta Barat

Fasilitas :
• Modul dan soft copy materi;
• Sertificat; CD e-Faktur versi dummy dan data simulasi
• Coffee Break 2x, Lunch Buffet

Hubungi contact person kami :
Office : 021-97158531
Sanni : 0817 728 140
MF. Yusuf : 0818 0637 5490

PENDAFTARAN – Setelah diisi secara lengkap, mohon formulir pendaftaran dan bukti transfer bank dikirimkan kembali ke:
Email kkpa.ilb@gmail.com atau Fax (021) 7300 906

Download Brosur & Formulir Registrasi
eFaktur





Workshop : SPT Tahunan PPh Badan 1771 dengan Fitur ACCURATE

12 02 2015

Untuk pendaftaran dapat langsung klik pada link http://goo.gl/sY1sQp

Seminar CPSSoft KKP





Pengertian Peredaran Bruto Menurut Pajak

12 02 2015

A. Menurut PP Nomor 46 Tahun 2013 yang dijelaskan dalam Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE – 42/PJ/2013.
Peredaran bruto yang tidak melebihi Rp.4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) pada butir 2 huruf b ditentukan berdasarkan peredaran bruto dari usaha seluruhnya, termasuk dari usaha cabang, tidak termasuk peredaran bruto dari:
a. jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas;
b. penghasilan yang diterima atau diperoleh dari luar negeri;
c. usaha yang atas penghasilannya telah dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersendiri; dan
d. penghasilan yang dikecualikan sebagai objek pajak.

B. Leaflet PP 46-UMKM
Objek Pajak apa saja yang dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan ketentuan PP Nomor 46 Tahun 2013?
Yang dikenai Pajak Penghasilan (PPh) ini adalah Penghasilan dari USAHA yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dengan peredaran bruto (omzet) yang tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1 tahun Pajak. Peredaran bruto (omzet) merupakan jumlah peredaran bruto (omzet) semua gerai/counter/outlet atau sejenisnya baik pusat maupun cabangnya.

C. Menurut Pasal 17 dan Pasal 31E ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha sebelum dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, meliputi :
1) Penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan bersifat final;
2) Penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan tidak bersifat final; dan
3) Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak.

D. Petunjuk pengisian SPT Tahunan Badan 1771
Huruf a – PEREDARAN USAHA
Diisi dengan jumlah penerimaan/perolehan bruto dari kegiatan usaha di Indonesia, setelah dikurangi dengan retur dan pengurangan penjualan serta potongan tunai dalam Tahun Pajak yang bersangkutan bagi perusahaan dagang dan perusahaan industri

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa:
Istilah Peredaran Bruto dalam ketentuan pajak adalah jumlah pendapatan/penerimaan kotor yang diperoleh wajib pajak dari kegiatan usaha sebelum dikurangi dengan potongan tunai dan retur penjualan serta biaya-biaya. Untuk jumlah setelah dikurangi dengan potongan dan retur, digunakan istilah Peredaran Usaha.

Semoga bermanfaat.

 





Workshop Accurate & eSPT PPN untuk Karyawan & Mahasiswa Akuntansi di Depok

2 02 2015

Dalam rangka pembukaan cabang baru di Depok, STAPI Indonesia menyelenggarakan kegiatan Workshop gratis bagi Karyawan dan Mahasiswa akuntansi di Depok pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2015 bertempat di Marabi Stapi Indonesia, jalan Margonda Raya Nomor 7 Depok.

Berikut beberapa foto kegiatan tersebut:

1

2 3

4

5








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.