UKM CENTER

UKM merupakan mayoritas pelaku bisnis Indonesia. Hampir di seluruh lokasi di kota-kota besar, dengan mudah tampak UKM. Bahkan, terkadang hingga ke pinggiran kota dan pedesaan.
Mengutip data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, kontribusi UKM melebihi separuh produk domestik bruto (PDB). Data BPS menunjukkan pada tahun 2009, komposisi PDB terdiri dari usaha UKM sebesar 53,32 % , usaha besar sebesar 41% , dan sektor pemerintah sebesar 5,58%.

Jumlah pelaku UKM pada tahun 2012 diprediksi mencapai 4.479.132 unit. Sektor satu ini sebenarnya bisa berkembang lebih pesat. Namun usaha UKM masih disibukkan pada bisnis inti tanpa memberi perhatian pada sasaran teknologi informasi (IT), yang mampu menunjang bisnis, sebagian besar dari mereka lebih memilih mencatat transaksi bisnis secara manual.

Jenis-jenis usaha termasuk kategori UKM adalah usaha yang memiliki omset kotor kurang dari Rp. 4,8 milyar setahun atau Rp. 400 juta sebulan, antara lain: Toko tekstil, Toko kelontong, Toko sembako, Toko bangunan, Toko pakaian jadi, Usaha garmen, Koperasi karyawan, Koperasi mahasiswa, Koperasi siswa, Counter HP, Pengusaha kontrakan/kost, Warnet, Warung tegal (Warteg), Rumah makan, Usaha catering, Toko obat/Apotik, Usaha peternakan, Usaha perikanan, Usaha perkebunan, Agrobisnis, Industri tahu, Industri tempe, Usaha kerajinan tangan, Usaha kerajinan perak, Usaha kerajinan kayu, Industri kecap, Industri saus, Industri genteng, dan sebagainya yang tidak dapat disebut satu persatu. Apapun usaha anda, jika memiliki omset kotor kurang dari Rp. 400 juta sebulan, berarti usaha anda termasuk kategori UKM.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) membutuhkan keterampilan pembukuan dan akuntansi yang mudah aplikasinya guna membuat laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) ETAP 2011 dan keterampilan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan Undang-undang Perpajakan (KUP, PPh dan PPN), serta keterampilan menyusun proposal bisnis.

Selama ini banyak UKM tidak mampu mengakses pembiayaan dari perbankan karena mereka tidak auditable dan bankable. Dengan kata lain mereka tidak mampu memenuhi persyaratan perbankan untuk mendapatkan pinjaman. Selain persyaratan laporan keuangan yang standar, juga pentingnya persyaratan pemenuhan kewajiban perpajakan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku. Disamping itu pengusaha tidak memiliki kemampuan menyusun proposal bisnis yang representatif dan memenuhi syarat kelayakan usaha.

Dalam praktik kekinian, proses pencatatan akuntansi dan pelaporan pajak UKM tidak perlu dilakukan secara manual, namun sudah menggunakan program komputerisasi yang sangat mudah aplikasinya, efisien dan biaya murah.

Jasa Bisnis UKM

Untuk membantu pengusaha UKM tetap fokus kepada peningkatan penjualan, kami berikan jasa-jasa perbantuan sebagai berikut:

  • Pelatihan Pembuatan Media Online
  • Pelatihan Manajemen Bisnis UKM
  • Pelatihan Komputer Akuntansi Bisnis UKM (klik sini)
  • Pelatihan Pajak Bisnis UKM
  • Konsultan Bisnis UKM
  • Pendampingan Bisnis UKM
  • Penyediaan Staf Akuntansi bagi Bisnis UKM (Alumni SMK jurusan Akuntansi)

Tujuan kami sebagai konsultan UKM adalah membantu pengusaha UKM agar usahanya bertambah besar dengan dukungan sistem informasi yang efisien dan efektif tanpa mengeluarkan biaya mahal.

Konsultasi Bisnis UKM

Jasa konsultasi dilayani melalui email ke stapiindonesia@gmail.com meliputi jasa-jasa perbantuan di atas.
Silahkan kirim email anda (tidak dipungut biaya). Kami jaga kerahasiaan usaha anda.

…….

Paket Program: UKM Indonesia Goes Global

Latar Belakang

• Pemerintah cukup banyak memikirkan pengembangan UKM dan kewirausahaan

• Perusahaan swasta/BUMN/ BUMD yang memiliki program CSR cukup banyak dana untuk membantu UKM dan kewirausahaan, terutama yang mendukung bisnis inti perusahaan.

• Penetrasi internet meningkat pesat, akhir tahun 2011 hampir mencapai 40 juta orang, keempat terbesar di Asia

• Tenaga siap kerja yang berlimpah (tamatan SMK-SMK)

Tantangan kedepan

• Mengangkat UKM agar ‘naik kelas’ menjadi perusahaan yang memiliki tata kelola yang

baik dan profesional

• Membiasakan UKM bertransaksi dan melakukan pembayaran secara elektronis sebagai upaya

memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan biaya tinggi ekonomi

• Mendorong UKM ‘go international’

Untuk itu, UKM perlu…

• Mindset ‘berani maju’

• Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen produksi yang baik dan berkualitas

• Mempunyai pembukuan yang rapi dan mampu mengelola keuangan secara ‘prudent’ (hati-hati)

• Membiasakan berkomunikasi secara cepat menggunakan email atau online chat

• Karena semua tools yang memudahkan orang berbisnis hari ini adalah produk IT, maka kemampuan dan kebiasaan menggunakan komputer dalam berbagai kegiatan perusahaan sudah menjadi keharusan

Bagaimana kami bisa berperan membantu UKM:

• Memberikan pelatihan

• Memberikan ‘tools’ yang dibutuhkan

• Memberikan pendampingan

• Menyediakan support

• Mengembangkan jejaring (network) guna mendorong pemasaran dan ekspor

More than just ‘training’

• Kami ingin membantu Pemerintah Daerah memajukan UKM dan berkontribusi bagi

pertumbuhan ekonomi daerah melalui upaya-upaya terpadu yang meliputi: Pelatihan + Pendampingan + Konsultasi + Dukungan teknis + Semua tools yang diperlukan

• Jadi kami ingin melakukan “lebih dari sekedar pelatihan”

Spesifikasi Program

Nama Program: UKM Indonesia Goes Global

Lama Program:

• Tahap I selama 2 bulan

• Tahap II selama 3 bulan

• Tahap III selama 2 tahun

Deskripsi Program Tahap I

Program Tahap I bertujuan memberi pembekalan dan pengetahuan praktis serta pelatihan menggunakan tools guna mendukung operasional usaha UKM.

• Pelatihan yang didapatkan peserta:

– Manajemen pemasaran dan manajemen keuangan

– Akuntansi yang terkomputerisasi

– Berkomunikasi lewat internet menggunakan email dan online chat

– Mendaftar dan membuat toko internet

– Bertransaksi, membayar dan menerima pembayaran lewat internet

• Tools yang didapatkan peserta:

– Web browser Mozilla Firefox

– ACCURATE Accounting Software

– Commerce Hosting di Store-spot dan Indomart

• Sertifikat keikutsertaan dan kelulusan program

Deskripsi Program Tahap II

Program Tahap II bertujuan memacu pengusaha UKM yang telah lulus tahap I menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan memaksimalkan penggunaan tools yang telah diperoleh guna meningkatkan penjualan, jangkauan pemasaran, dan meningkatkan laba

• Peserta akan mendapat pendampingan (coaching) dari tim yang dibentuk guna memaksimalkan peningkatan kinerja UKM

• Selama periode tahap II berjalan, peserta akan diikutsertakan dalam kontes (lomba) untuk memilih UKM terbaik berdasarkan beberapa kriteria

• UKM terbaik yang terpilih akan mendapat ‘UKM Award’

Deskripsi Program Tahap III

Program Tahap III bertujuan memantapkan UKM agar terus mengembangkan kompetensi baik dalam hal produksi, pemasaran, dan keuangan sehingga bisa terus tumbuh dan berkompetisi baik di dalam negeri maupun di tingkat global

• Pada akhir tahap III program diharapkan peserta telah ‘naik kelas’ menjadi perusahaan yang lebih besar dan sehat

• Diharapkan peserta yang telah menyelesaikan keseluruhan program tersebut bersedia turut membantu melanjutkan program ‘UKM Indonesia Go Global’ untuk UKM-UKM berikutnya

Peranan Pemerintah Daerah

• Guna memberi motivasi dan dukungan kepada UKM, Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM diharapkan bisa turut berkontribusi dalam hal:

– Memberikan berbagai kemudahan dan rekomendasi agar program ini bisa berjalan sukses

– Mengalokasikan dana (dari APBD) agar biaya program menjadi lebih terjangkau bagi UKM

– Berkenan menyediakan dan menyerahkan AWARD sebagai penghargaan bagi UKM berprestasi (pada akhir tahap II program)

Pembiayaan Program

• Program ‘UKM Indonesia Go Global’ ini diharapkan bisa dibiayai secara swasembada oleh

UKM peserta

• Subsidi dan dukungan dari Pemerintah Daerah/Dinas Koperasi dan UKM dan Perusahaan Swasta/BUMN/BUMD sangat diharapkan agar lebih banyak lagi UKM yang bisa turut berpartisipasi yang pada akhirnya secara bersama-sama turut menumbuhkan UKM Indonesia

Kesempatan Sponsorship

• Kami bisa memberi kesempatan bagi pelaku usaha lain yang ingin turut terlibat dalam program ini sebagai sponsor.

• Pihak sponsor akan diberi kesempatan berperan aktif dalam pelatihan dan pendampingan bagi peserta program disamping penempatan informasi sponsor agar mendapat perhatian luas

 Sponsors Welcome

Bank

Melek keuangan dan mampu mengelola keuangan secara prudent adalah salah satu pelajaran inti program ini. Ditambah dengan komputerisasi akuntansi bagi semua peserta program, diharapkan UKM peserta akan bisa memanfaatkan kredit perbankan secara positif dan bijaksana

Internet Service Provider (ISP)

UKM peserta akan dibiasakan memanfaatkan IT dan internet dalam setiap aspek operasionalnya, termasuk yang sangat ditekankan, bertransaksi, membayar dan menerima pembayaran lewat internet. UKM peserta akan memerlukan dukungan ISP yang handal dan bersahabat

Otomotif

Guna menunjang kelancaran dan pertumbuhan usaha, para UKM perlu alat transportasi yang terpercaya dan bisa diandalkan

Perusahaan Cargo / Transportasii

Distributor / produsen komputer

Peserta yang menyelesaikan program ini, tidak pelak menjelma menjadi pengusaha yang sangat IT minded dan membutuhkan perangkat komputer guna menunjang usaha

Manfaat bagi kita semua

• UKM yang besar dan sehat bisa memberi kontribusi positif bagi perekonomian daerah dan nasional

• UKM akan mendapat kepercayaan lebih besar dari Bank / lembaga keuangan / lembaga pembiayaan dalam hal menyalurkan kredit berkat pengelolaan keuangan dan pembukuan yang rapi dan profesional

• UKM Indonesia yang menerapkan teknologi IT tepat guna bias go international dan bersaing secara global akan menjadi kebanggan seluruh rakyat Indonesia dan menjadi asset nasional

Kontak

Program UKM Indonesia Go Global ini merupakan kerjasama STAPI Indonesia (Training-Consulting-Publishing)  dan CPSSoft International (Perusahaan IT & Software).

Hubungi:

Telp. (021) 33269500, 7300906

Fax (021) 7300906

Email. stapiindonesia@gmail.com

…….

Pengertian UKM

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1), (2), dan (3) tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjelaskan bahwa:

USAHA MIKRO adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi Kriteria Usaha Mikro sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,-

USAHA KECIL adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang Perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi Kriteria Usaha Kecil sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.50.000.000,- sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
2.Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300.000.000,- sampai dengan paling banyak Rp.2.500.000.000,-

USAHA MENENGAH adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan dengan Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.500.000.000,- sampai dengan paling banyak Rp.10.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
2.Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.2.500.000.000,- sampai dengan paling banyak Rp.50.000.000.000,-

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) menjelaskan bahwa: Perusahaan yang disebut Entitas tanpa akuntabilitas publik atau Perusahaan Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah
1. Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
2. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh) dalam Pasal 31E (1)menjelaskan bahwa:
Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp.50.000.000.000,-(lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50 % (lima puluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000,- (empat miliar delapan ratus juta rupiah).

….

Materi UKM

(klik judul)

AKUNTANSI BAGI UKM
PAJAK BAGI UKM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s