Apakah MYOB sesuai dengan PSAK-IFRS ?

5 12 2011

(Tulisan artikel ini dimaksudkan untuk menanggapi materi yang disampaikan oleh rekan-rekan saya, juri Akuntansi LKS Tingkat Nasional pada pertemuan dengan guru-guru pedamping pada tanggal 22 November 2011 di SMK Negeri 14 Jakarta, yang kebetulan saya hadir terlambat meskipun tidak diundang.)

Untuk sebuah contoh pendapat yang tidak memahami akuntansi dapat kita lihat tulisan yang kami kutip dari http://www.myobindonesia.wordpress.com dibawah ini:

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan 2 cara pandang dalam menyajikan laporan keuangan di perusahaan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh standar akuntansi international yang disusun oleh International Accounting Standards Boards (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan IFRS yang dikeluarkan oleh IASB. Disamping pengaruh dari standar akuntansi internasional, DSAK juga mengeluarkan standar untuk usaha kecil dan SAK tentang Syariah. Sampai dengan tahun ini masih belum banyak perusahaan di Indonesia yang menyajikan laporan keuangan berdasar IFRS. Indonesia sendiri baru akan menerapkan laporan keuangan berdasar IFRS pada tahun 2012 mendatang.
Menghadapi persiapan laporan keuangan berbasis IFRS, apakah MYOB bisa diaplikasikan untuk model pelaporan berbasis IFRS tersebut?
Jawabannya adalah BISA. MYOB bisa menyajikan laporan keuangan berbasis IFRS maupun PSAK yang selama ini sudah diterapkan di Indonesia.
Beberapa point yang kelihatan berbeda di kedua basis pelaporan tersebut diantaranya adalah :
• Judul Laporan Neraca.
PSAK menyebut laporan Neraca atau Balance Sheet.
IFRS menamakan laporannya sebagai Statements of Financial Position (Laporan Perubahan Posisi Keuangan).
• Judul Laporan Laba Rugi
PSAK menyebutkan Laporan Rugi Laba (PSAK sebelum tahun 2005), Laporan Laba Rugi (PSAK 2005), atau Profit Loss Statements, atau Income Statements, atau Statements of Income
IFRS menyebutkan Statements of Comprehensive Income (Laporan Pendapatan Komprehensif)

Mengenai judul laporan, MYOB tidak bisa menggantinya langsung dari laporan yang disediakan oleh MYOB. Cara yang bisa disajikan adalah dengan mentransfer laporan yang sudah disediakan oleh MYOB, lalu Send to Excel, dan ganti judul laporannya di media Microsoft Excel.
Mengenai adanya pertimbangan pengelompokan laporan keuangan yang sudah dibagi antara EBITDA (Earning Before Interest-Tax-Depreciation-Amortisation) dan EBIT (Earning Before Interest and Tax) kita harus mengolahnya tersendiri di program terpisah dari MYOB seperti aplikasi Ms. Excel. Laporan Laba Rugi yang sudah disediakan oleh MYOB di transfer ke Ms. Excel dan diolah sesuai dengan kebutuhan pembaca laporan keuangan.
Itulah fleksiblenya MYOB yang bisa mengadopsi laporan keuangan baik versi IFRS maupun PSAK/GAAP.
Jadi….
Masih ragukah anda menggunakan MYOB untuk menghadapi tahun 2012 yang sudah menggunakan pelaporan keuangan versi IFRS untuk perusahaan menengah keatas? Jawabannya tentunya : TIDAK RAGU LAGI!!! Karena MYOB fleksible dan bisa mengadopsi laporan keuangan versi manapun.

Tanggapan kami:

1). Seperti yang kita ketahui bahwa Standar Akuntansi telah berubah. Sejak tanggal 1 Januari 2011 telah berlaku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (disebut SAK ETAP) bagi perusahaan UMKM. Bagi perusahaan go public, BUMN, Swasta Nasional/Asing, dll telah ditetapkan PSAK revisi IFRS berlaku penuh mulai tahun 2012. Beberapa PSAK revisi telah berlaku sejak tahun 2011, salah satunya adalah PSAK No 1 revisi 2009 Penyajian Laporan Keuangan.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa PSAK dan IFRS merupakan 2 cara pandang dalam menyajikan laporan keuangan itu sangat keliru dan tidak memahami perubahan akuntansi.
PSAK No 1 Revisi 2009 yang berlaku sekarang merupakan PSAK yang telah direvisi sesuai dengan IFRS. Jadi PSAK No 1 adalah adopsi penuh IFRS, yaitu IAS 1 Presentation of financial statements.

Jenis Laporan Keuangan menurut PSAK No 1 Revisi 2009-IFRS (berlaku tahun 2011):
– Statements of Financial Position (Laporan posisi keuangan )
– Statements of Comprehensive Income (Laporan laba rugi komprehensif )
– Retained Earnings Statement (Laporan perubahan ekuitas)
– Statement of Cash Flow (Laporan arus kas )
– Note to Financial Statement (Catatan atas laporan keuangan)
– Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif untuk penyajian kembali

Jenis Laporan Keuangan Utama menurut MYOB Premier Versi 12.0 :
– Balance Sheet
– Profit & Loss
– Statement of Cash Flow
– Selebihnya hanya laporan-laporan analisis untuk mendukung laporan keuangan

Dikatakan bahwa perubahan judul dan format laporan keuangan yang dihasilkan MYOB agar sesuai dengan IFRS dilakukan dengan cara transfer ke MS Excel untuk dimodifikasi secara manual. Menurut pendapat kami, cara dan pendapat tersebut seperti mengajak kita mundur ke belakang dan kembali ke jaman baheula. Sistim informasi akuntansi seperti MYOB ini justru untuk mengajak kita meninggalkan sistim akuntansi manual yang lambat, banyak energi terpakai dan banyak resiko kesalahan manusia.
Perbedaan judul dan format laporan keuangan antara MYOB dan PSAK No 1 dapat dilihat dalam lampiran dibagian bawah.

2). Metode Penilaian Persediaan (PSAK 14 revisi IFRS ): Metode FIFO atau Average
Kelemahan MYOB:
Default MYOB menggunakan metode tunggal dalam penilaian persediaan yaitu Moving Average (Rata-rata bergerak). MYOB tidak menyediakan opsi metode penilaian persediaan selain Moving Average. Padahal banyak perusahaan menggunakan FIFO.

3). Metode Penyusutan Aset Tetap (PSAK 16): Metode Garis lurus, Saldo Menurun atau Jumlah Unit Produksi
Kelemahan MYOB:
MYOB tidak memiliki fasilitas khusus Daftar Aset Tetap dan Opsi Metode Penyusutan Aset Tetap. Jika jenis aset tetap menggunakan fasilitas Item list dan pembelian/penjualan asset tetap menggunakan purchase/sales invoice, seperti perlakuan item barang, masalah yang timbul kemudian adalah penyusutan harus dihitung dan dijurnal manual serta daftar aset tetap dan penyusutan fiscal yang menjadi lampiran laporan keuangan dibuat secara manual juga. Padahal perusahaan sangat membutuhkan daftar aset tetap dan penyusutan fiscal.

4). Metode Penyusunan Laporan Arus Kas (PSAK 2): Metode Langsung atau Tidak Langsung. Dianjurkan melaporkan dengan metode langsung.
Kelemahan MYOB:
Format statement of cash flow yang dihasilkan MYOB tidak sesuai dengan standar PSAK 2.

Jika ada orang mengatakan format laporan arus kas MYOB agar sesuai dengan PSAK dapat ditransfer ke MS Excel untuk dimodifikasi secara manual, maka orang tersebut mengajak kita mundur ke jaman baheula lagi.

5). Dan masih banyak lagi perbedaan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Jadi apakah anda masih berpendapat bahwa MYOB sesuai dengan PSAK IFRS yang telah diterapkan di Indonesia sekarang ini ?

Download:
Tanggapan: MYOB sesuai dengan PSAK IFRS ?


Aksi

Information